Kenapa BI Prediksi Inflasi Juni 2016 Capai 0,6 Persen?




TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi laju inflasi Juni 2016 sebesar 0,61 persen. "Inflasi diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan di bulan Ramadan," kata Kepala Divisi Assessment Inflasi BI Rizki E. Wimanda di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2016.
Rizki menyebutkan tekanan inflasi inti meningkat 0,49 persen month on month. Selain karena meningkatnya permintaan saat Ramadan, inflasi meningkat akibat kenaikan harga global dan pelemahan nilai tukar rupiah.


Sedikitnya terdapat empat komoditas yang mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut ialah daging ayam, telur ayam, daging sapi, dan minyak goreng. Sedangkan bawang merah dan beras mengalami penurunan harga.


Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional untuk daging sapi per 16 Juni 2016 mencapai Rp 114.671 per kilogram. Harga daging ayam dan telur ayam masing-masing Rp 32.250 dan Rp 24.175 per kilogram. Harga bawang merah di level Rp 37.200 per kilogram dan beras Rp 10.583 per kilogram.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Mei 2016 sebesar 0,24 persen month on month. Rendahnya inflasi, menurut Rizki, disebabkan oleh inflasi inti yang rendah. 

Rata-rata inflasi tercatat 3,51 persen secara tahunan karena ekspektasi inflasi tahun ke tahun semakin baik. Sebab lain, kenaikan permintaan (demand pull) yang relatif stabil dan harga produksi (cost push) yang meningkat.

Bank Indonesia memprediksi inflasi 2016 sekitar 4 persen. Inflasi dipengaruhi kenaikan tarif listrik 900 VA dan proyeksi kenaikan harga minyak mentah Indonesia dari US$ 35 ke US$ 39 per barel.

(Inp : MF-BIJB)


VINDRY FLORENTIN


Download Android
Layanan SMS Harga Komoditas